Premier League terkenal dengan pamornya sebagai liga terbaik dunia (meski Zlatan Ibrahimovic berkata liga yang overrated). Pecinta Premier League ada di seluruh dunia dengan basis fans yang besar untuk klub-klub besar semisal: Chelsea, Manchester United, Arsenal, dan Liverpool.


Tiap tim bisa saling mengalahkan satu sama lain dan pertarungan seru terjadi tiap pekannya. Itulah esensi Premier League. Namun, apakah para pecinta Premier League tahu, apa arti dan sejarah di balik nama-nama julukan Premier League? Belum tentu.


Tidak seru rasanya jika hanya tahu nama julukan klub tanpa tahu arti atau alasan di balik penamaan tersebut. Berikut kami coba menjabarkan sejarah di balik julukan 20 klub Premier League 2018/19.


1. AFC Bournemouth (The Cherries)

AFC Bournemouth v Wolverhampton Wanderers - Premier League

The Cherries memiliki makna buah ceri dalam bahasa Indonesia, nama yang cukup 'imut' untuk klub yang didirikan sejak 1899. Tapi, nama The Cherries itu sendiri memiliki sejarah panjang sejak Bournemouth pindah markas ke Dean Court pada 1910.


Ada dua cerita di balik munculnya nama The Cherries. Pertama, julukan itu diberikan karena warna jersey Bournemouth kala itu berwarna merah ceri.


Sementara untuk cerita lainnya, terjadi karena Dean Court dibangun di tanah kosong yang dimiliki pengusaha keluarga, Cooper-Dean, dan di tanah kosong itu juga ada perkebunan ceri.

Tak ayal julukan The Cherries melekat di pikiran fans hingga saat ini - mungkin beberapa fans juga suka memakan buah ceri ketika pertandingan berlangsung.


Bournemouth juga memiliki julukan Boscombe. Asal muasal julukan itu berasal dari nama pertama klub, yakni Boscombe St. John Institute FC - ganti nama menjadi Bournemouth pada tahun 1972.


2. Arsenal (The Gunners)

Arsenal v BATE Borisov - UEFA Europa League Round of 32: Second Leg

Banyak disebut dengan julukan The Gunners atau Meriam London di Indonesia. Istilah Meriam London itu muncul dari logo meriam di emblem klub, sementara London karena Arsenal klub yang berbasis di London Utara - kepanjangan jika menyebutnya Meriam London Utara.


Dibangun sejak 1886, Arsenal merupakan tim yang mewakili kasta pekerja di Inggris karena dibangun oleh pekerja yang bekerja di Royal Arsenal, tempat senjata diproduksi dan disimpan untuk tentara Inggris. Sebelum bernama Arsenal, nama klub adalah Woolwich Arsenal.


Nama Woolwich kemudian hilang ketika klub pindah ke London Utara dari Timur Selatan London pada 1913. Julukan The Gunners sendiri muncul karena sejarah mereka yang identik dengan persenjataan, karena Gunners dalam bahasa Indonesia artinya adalah persenjataan.


Julukan itu pun semakin tepat sejak Arsenal ditangani oleh Arsene Wenger sejak 1996 hingga 2018, karena Wenger tidak pernah kehabisan 'senjata' dalam skuatnya setiap musim berlangsung.


3. Brighton & Hove Albion (The Seagulls)


Brighton & Hove Albion v Bristol City - Sky Bet Championship

Julukan The Seagulls atau burung laut diberikan kepada klub karena lokasi mereka yang berada di pinggir pantai Brighton & Hove. Tapi, bukan itu alasan utamanya, karena julukan Seagulls diberikan kepada Brighton & Hove Albion pada era 1970-an. Terima kasih kepada Crystal Palace.


Mengapa Palace? Semuanya berawal dari chant atau nyanyian fans Palace dengan Brighton. Ketika Palace membanggakan simbol dan julukan Eagles (elang) untuk mengidentifikasikan klub mereka, Brighton pun tak mau kalah dan membawa Seagulls. Nah, sejak saat itulah julukan The Seagulls melekat erat pada Brighton.


Klub yang saat ini diasuh Chris Hughton mulai mengadopsi gambar Seagulls pada 1977 di logo klub mereka. Saat ini, The Seagulls ingin terus 'terbang' di Premier League, menjaga eksistensi agar tidak kembali turun ke Championship.


Brighton juga bisa disebut dengan julukan Albion yang diambil dari nama terakhir klub, Brighton & Hove Albion.


4. Burnley (The Clarets)


Burnley v Stoke City - Premier League

Mungkin salah satu julukan tertua yang sudah lama eksis di Inggris. The Clarets yang memiliki arti warna merah anggur, identik dengan Burnley sejak 1888 atau 130 tahun lebih. Julukan ini diberikan karena warna merah anggur yang dominan dengan jersey kandang mereka.


Pada musim 1910/11, Burnley mengadopsi warna merah anggur dan biru dari Aston Villa. Klub ini dijadikan inspirasi oleh Burnley karena Villa merupakan klub tersukses di akhir abad 19-an dan awal 20-an.


Burnley asuhan Sean Dyche memiliki reputasi klasik dari permainan sepak bola Inggris. Tidak bermain cantik, permainan Burnley cenderung mengandalkan situasi bola mati, serangan sayap, umpan silang, dan umpan lambung jauh ke depan. Klasik tapi efektif untuk bertahan di ketatnya persaingan Premier League.


5. Cardiff City (The Bluebirds)


Southampton FC v Cardiff City - Premier League

Filosofi spesial terkandung di balik nama julukan The Bluebirds (Burung Biru). Tentu saja ini bukan tentang perusahaan taksi terbesar di Indonesia. Semua dimulai pada medio 1910-1911.


Dibentuk pada 1899, klub sempat memiliki julukan The Cardiffians, The City, dan The Citizens, ketika masih mengenakan jersey berwarna coklat dan emas tua, namun semua berubah ketika seorang penulis, penyair, dan eseis filsafat Belgia, Maurice Maeterlinck, menulis buku berjudul "The Blue Bird" pada tahun 1909.


Ketika dijadikan drama dalam aksi teatrikal di teater yang berlokasi di Cardiff, Wales, pada akhir Oktober 1911, cerita Blue Bird mendapatkan sambuhan positif dari warga Wales. Guna mengapresiasi mahakarya dari Maeterlinck, suporter Cardiff City mulai memberi julukan timnya dengan nama Bluebirds.


Julukan itu semakin cocok karena jersey Cardiff sudah berubah menjadi warna biru.


Burung merupakan simbol kebahagiaan yang dikejar anak-anak yang ingin melepaskan mereka dari sangkarnya. Ini artinya: jangan mengejar kebahagiaan untuk diri Anda sendiri.


Filosofi spesial Cardiff itu tentunya diharapkan bisa menjaga eksistensi klub asuhan Neil Warnock agar tidak degradasi musim ini.


6. Chelsea (The Pensioners, The Blues)

Chelsea v Tottenham Hotspur - Carabao Cup: Semi-Final Second Leg

Saat ini Chelsea identik dengan julukan The Blues karena warna jersey mereka, tapi, julukan asli Chelsea adalah The Pensioners. Nama ini diabadikan dalam bentuk gambar di logo pertama Chelsea pada 1905, yang merujuk kepada Rumah Sakit Royal Chelsea, tempat para veteran (pensiunan) perang tinggal.


Pada akhir era 1950-an, logo Pensioners digantikan dengan singa yang terus terpampang di logo klub hingga saat ini.


Gambar singa itu sendiri memiliki makna sejarah yang cukup merepresentasikan kehidupan 'mewah' kota London. Pasalnya, gambar singa di logo Chelsea terinspirasi dari gambar singa yang berada di baju tentara Metropolitan Borough of Chelsea.


Singa juga bisa diidentifikaskan sebagai raja hutan. Filosofi khusus di balik julukan Pensioners itu, sayangnya tidak banyak diketahui publik, yang lebih suka menyebut Chelsea sebagai The Blues dan chant "keep the blue flag flying high (KTBFFH)".


7. Crystal Palace (The Eagles, The Glaziers)

Crystal Palace v Newcastle United - Premier League

Klub asal London ini memiliki dua julukan: The Eagles dan The Glaziers. The Eagles atau elang terkenal sejak periode 1970-an ke atas, ketika emblem klub berubah dan Palace mulai mengenakan jersey dengan kombinasi warna merah-biru. Bahkan, elang asli dengan membawa pita warna Palace selalu menjadi pembuka laga jika berlangsung di Selhurst Park.


Sebelum bernama The Eagles, Palace memiliki julukan The Glazier - jangan salah artikan dengan nama pemilik klub Manchester United, Malcolm Glazer. Julukan ini diberikan kepada Palace pada 1905-1973 karena hubungannya dengan bangunan eksibisi Victorian Crsytal Palace, tempat di mana Palace dibangun pada 1905.


8. Everton (The Toffees, The Blues)

Everton FC v Chelsea FC - Premier League

Selain terkenal dengan Derby Merseyside melawan rival abadi, Liverpool, Everton juga memiliki sejarah panjang yang menjadi asal-usul kelahiran julukan The Toffees atau semacam manis-manisan.


Ceritanya begini, ada satu kisah di balik julukan Toffess yang konon katanya, berasal dari toko toffee tersohor di Liverpool selama 100 tahun lamanya.


Toko itu bernama Ye Ancient Everton Toffee House dan dikelola oleh Old Ma Bushell, satu-satunya 'Toffee Lady' dan pencipta Toffee Everton.


Toko tersebut berlokasi di dekat Prince Rupert's Tower - gambar yang berada di tengah emblem Everton. Ini merupakan cerita asal usul kemunculan The Toffees Everton.


Uniknya, Everton tidak pernah bermain di distrik Everton sejauh ini, melainkan Kota Liverpool. Saat ini, Everton ditangani oleh manajer asal Portugal, Marco Silva.


9. Fulham (The Cottagers, The Whites, The Lilywhites)

Fulham FC v Brighton & Hove Albion - Premier League

Dua nama julukan Fulham, The Whites dan The Lilywhites, datang dari jersey mereka yang identik dengan warna putih. Beda halnya dengan The Cottagers yang melambangkan salah satu sejarah di Inggris


Cottagers pada dasarnya merupakan simbol dari salah satu gedung penginapan, yang diabadikan menjadi nama stadion, Craven Cottage. Gedung itu menjadi ikon arsitektur sejarah Britania Raya.


Pada awalnya rumah itu merupakan tempat berkumpulnya para pemburu. Namun seiring berjalannya waktu, penginapan tersebut diisi oleh Anne Boleyn, Bulwyer-Lytton (penulis buku), hingga Kaisar Prancis yang diasingkan, Napoleon III, sebelum hancur oleh api pada tahun 1888.


Karena pernah menjadi bangunan yang punya sejarah 300 tahun itu, Fulham mengabadikannya menjadi nama stadion dan kini juga menjadi julukan klub asal Kota London tersebut. Pendiri gedung itu ialah Lord Craven pada tahun 1780.


10. Huddersfield Town (The Terriers)

Huddersfield Town v AFC Bournemouth - Premier League

Huddersfield merupakan klub yang sosial dan baik. Bagaimana tidak, mereka melibatkan fans dalam proses pemberian julukan klub pada 1969 dengan melakukan pemungutan suara. Simbol Terrier sendiri diasosiasikan dengan Yorkshire, lokasi Huddersfield saat ini


Ada sepasang maskot, Terry dan Tilly, yang kerap muncul di John Smith's Stadium untuk menghibur fans. Terlepas dari kesuksesan di era 1920-an, Huddersfield tak pernah dianggap sebagai tim besar.


Musim 2018/19 menjadi musim yang sulit bagi Huddersfield. Jajaran direksi terpaksa mengganti David Wagner dengan Jan Siewert karena inkonsistensi bermain musim ini.


11. Leicester City (The Foxes)

Leicester City v West Ham United - Premier League

Rubah sudah menjadi simbol di daerah Leicestershire karena konon katanya, pada abad pertengahan 18, perburuan rubah dimulai dari Leicestershire hingga akhirnya menjadi simbol kota. Leicester City pun mengadopsinya menjadi logo klub dan julukan The Foxes pada akhir 1940-an.


Leicester juga akan dikenang selamanya dengan kisah cinderella mereka kala menjuarai Premier League 2015/16, dengan pelatih mereka, Claudio Ranieri.


Uniknya, saat ini Leicester juga memiliki sosok fox in the box, pada diri Jamie Vardy. Fox in the box dalam istilah sepak bola artinya adalah predator di dalam kotak penalti lawan. Kini, Leicester ditangani oleh Brendan Rodgers.


12. Liverpool (The Reds)

Liverpool v FK Crvena Zvezda - UEFA Champions League Group C

Jika Anda berpikir julukan The Reds muncul karena Liverpool selalu mengenakan jersey merah, maka Anda salah besar. The Reds memang identik dengan warna merah jersey Liverpool, tapi sebelum era 1960-an, Liverpool pernah bermain dengan jersey biru-putih. Jauh dari warna merah, bukan?


Namun, setelah era 1960-an, klub yang telah meraih 18 titel Premier League ini terus mengenakan warna merah.


Menurut manajer legendaris Liverpool, Bill Shankly, warna merah bisa mengintimidasi lawan. Ucapan Shankly itu pernah menjadi kenyataan pada medio 90-an dan kini, pasukan Jurgen Klopp mulai memperlihatkannya kembali kepada tim-tim rival, khususnya ketika bermain di Anfield.


13. Manchester City (The Citizens, Sky Blues)

Noel Gallagher,Josep Guardiola

The Citizens dan Sky Blues merupakan dua julukan yang tersemat ketika membicarakan Manchester City. The Citizens merupakan kepanjangan dari nama lengkap klub, sementara Sky Blues cukup misterius asal usulnya.


Tidak ada yang tahu pasti mengapa Sky Blues muncul sebagai julukan klub. Tapi, ada satu teori menarik nama ini dipilih karena hubungannya dengan organisasi persaudaraan bernama Freemasonry. Sebelum bernama Man City, klub memiliki nama St Mark's from Gorton dan Ardwick AFC.


Satu hal pasti: Noel Gallagher akan selalu menyanyikan "Blue Moon" ketika Manchester City sukses meraih trofi.


14. Manchester United (The Red Devils)

Manchester United v AFC Bournemouth - Premier League

Pada awalnya, klub bersejarah Inggris ini bernama Newton Heath dan memiliki julukan The Heathens, serta masih mengenakan warna hijau-emas sebagai warna klub. Julukan The Heathens diberikan karena Man United kabarnya merupakan klub Inggris pertama yang bermain di hari Minggu.


Tapi, setelah nama klub berubah dan Man United mulai mengenakan jersey warna merah, julukan mereka pun berubah menjadi Red Devils. Nama yang terinspirasi julukan klub rugby asal Salford 'Les Diables Rouges', dan kemudian oleh Sir Matt Busby diadopsi sebagi julukan klub pada era 1960-an.


26 tahun dilatih manajer legendaris Sir Alex Ferguson, Man United saat ini masih memasuki fase adaptasi dan kesulitan mencari konsistensi seperti di eranya. Ferguson pensiun pada tahun 2013.


15. Newcastle United (The Magpies)

Newcastle United v AFC Bournemouth - Premier League

Asal-usul kemunculan julukan The Magpies cukup sederhana: dari warna jersey hitam-putih klub. Kendati demikian, sejarah di belakangnya cukup panjang, karena sebelumnya ada dua klub di Newcastle: yakni Newcastle East End dan Newcastle West End.


East End lebih sukses ketimbang West End dan pada 1892, kedua klub bergabung (United) sehingga muncul lah Newcastle United. Newcastle juga melupakan salah satu klub bersejarah Inggris yang pernah diperkuat legenda seperti Alan Shearer.


16. Southampton (The Saints)

Southampton FC v Crystal Palace - Premier League

Julukan ini sedikit berbau religius, namun memang begitu adanya. Southampton diberi julukan The Saints oleh gereja setempat pada 1885 - gereja bernama St Mary. Kala itu, anggota gereja membentuk tim yang masing-masing bernama St Mary's YMA, St Mary's FC, dan Southampton St Mary's.


Semuanya memiliki embel-embel Saints pada abad ke-19 hingga ketiga tim itu melebur menjadi satu nama, Southampton pada 1897. Julukan The Saints makin kental diberikan kepada Southampton kala Stadion St Mary dibuka pada 2001.


Southampton terkenal dengan akademi mereka yang dianggap salah satu akademi terbaik di Eropa, sejajar dengan La Masia, La Fabricca, Ajax Amsterdam, dan Man United.


17. Tottenham Hotspur (Spurs)

Tottenham Hotspur v FC Porto - UEFA Youth League: Quarter-Final

Mungkin sebagian besar publik berpikir, julukan Spurs muncul dari nama panjang Tottenham Hotspur yang disingkat dengan nama Spurs. Pemikiran itu benar adanya.


Namun, ada alasan mengapa klub ini lebih memilih untuk menggunakan nama Hotspur ketimbang nama-nama yang saat itu lebih familiar seperti United, City, Rovers, atau Athletic.


Semua itu kembali pada abad 14, kala seorang ksatria bernama Sir Henry Percy, yang lebih dikenal sebagai Sir Harry Hotspur, diberi julukan berdasarkan kecepatan, keberanian, dan semangatnya saat menyerang.


Keluarga Percy konon katanya juga memiliki tanah di sekitar Tottenham, sementara cerita mengenai keberanian Sir Percy diabadikan oleh William Shakespeare di Henry IV bagian I.


Nah, ketika Tottenham ingin membentuk klub sepakbola, mereka pun memberi penghargaan kepada Sir Henry Percy. Bahkan ketika baru dibentuk, klub ini hanya bernama Hotspur FC, yang di kemudian hari diganti menjadi Tottenham Hotspur untuk menghindari klub dari London dengan nama yang sama.


18. Watford (The Hornets)

Harry the Hornet,Christian Kabasele


Pada 1959 Watford memiliki julukan The Hornets (lebah) karena warna klub mereka yang identik dengan warna kuning-hitam. Sebelum tahun 1959, Watford memiliki warna yang bervariasi dari biru hitam dan putih, putih, merah, dan merah hijau dan kuning.


Watford sedianya juga memunculkan logo lebah dalam emblem mereka, namun diganti menjadi rusa pada 1978 untuk mengambarkan perumahan mereka di Hertfordshire. Rusa diambil dari nama hewan di area sekitar.


Awalnya, Watford memiliki julukan The Brewers dengan referensi tempat pembuatan bir Benskins, yang juga memiliki Vicarage Road (stadion Watford). Namun julukan itu tidak populer hingga diganti menjadi Hornets.


Tahukah Anda, Watford juga klub Inggris dengan rasa Italia yang kental karena dimiliki oleh Keluarga Pozzo, yang juga memiliki Udinese di Italia. Oleh karenanya, jangan heran jika banyak pemain-pemain berpaspor Italia atau yang pernah bermain di sana, tiba di Watford.


19. West Ham United (The Irons)

West Ham United v Swansea City - Premier League

Lebih dikenal dengan julukan The Hammers, tapi West Ham United juga memiliki julukan tradisional nan bersejarah dengan nama The Irons. Julukan ini diberikan pada awal 1895 kala sebuah tim sepak bola diciptakan oleh pegawai di Thames Ironwork, pabrik yang berada di London Timur.


Thames Ironwork sendiri merupakan nama asli klub hingga 1900. Logo dua palu dalam emblem West Ham juga menggambarkan peralatan yang digunakan untuk membangun kapal laut, dari emblem itulah muncul julukan The Hammers.


20. Wolverhampton Wanderers (Wolves)

FBL-ENG-FACUP-WOLVES-LIVERPOOL

Salah satu julukan yang melekat betul di kalangan fans seolah nama Wolves memang menjadi nama klub asal West Midlands tersebut. Kendati demikian, julukan Wolves memang terlahir begitu saja.


Wolves bisa jadi singkatan dari nama panjang Wolverhampton Wanderers, plus diambil dari nama logo klub berlambangkan serigala. Wolf bisa diartikan sebagai serigala dalam bahasa Indonesia.


Sebelum bernama Wolves, klub yang dibangun pada tahun 1877 memiliki nama St Luke's FC. Saat ini, Wolves ditangani oleh Nuno Espirito Santo dan menjadi tim yang kerapkali merepotkan klub-klub besar Premier League.