​​Juventus sukses memetik kemenangan krusial sekaligus impresif pada leg kedua babak 16 besar ​Champions League kontra Atletico Madrid. Kalah 0-2 di leg pertama yang berlangsung di Wanda Metropolitano, Juventus berbalik menghajar Los Rojiblancos dengan skor 0-3 di leg kedua yang dihelat di Allianz Stadium.


Berikut kami rangkum, lima poin penting dari kemenangan Juventus tadi malam.


Kemenangan Taktik Allegri atas Simeone

FBL-EUR-C1-ATLETICO-JUVENTUS

Juventus bisa dibilang tampil melempem pada leg pertama di Madrid, namun, itu jelas berubah pada leg kedua. Salah satu faktor kemenangan Juventus tidak bisa dilepaskan dari keputusan Diego Simeone yang bermain cukup defensif dengan menumpuk banyak pemain di lini pertahanan, memanfaatkan kepiawaian Diego Godin dan Jose Gimenez dalam menggalang pertahanan.


Sayangnya, hal itu justru menjadi bumerang. Agresifitas Juventus yang dipadukan dengan kemampuan fisik Ronaldo - Mandzukic, sukses membuka ketatnya pertahanan Atletico. Dua gol pertama Ronaldo sendiri lahir dari skema umpan crossing, dan nampak jelas para bek tim tamu tidak mampu mengatasi Ronaldo dalam situasi tersebut. 


Federico Bernadeschi, Sosok Pahlawan Juventus

Federico Bernadeschi

Ronaldo memang menjadi pencetak tiga gol Juventus, namun, aktor penting yang tidak boleh dilupakan adalah sosok winger Italia, Federico Bernadeschi. Pemain 25 tahun itu memainkan peran krusial di dua dari tiga gol Juventus tadi malam. Gol pertama lahir dari crossing akuratnya yang disambut oleh Ronaldo, sedangkan penalti yang menjadi gol ketiga Ronaldo, terjadi karena pergerakannya yang lincah sehingga memaksa para bek Atletico menjatuhkannya di kotak penalti.


Bernadeschi jelas membuat perubahan terhadap gaya bermain Juventus, mengingat pada leg pertama, Massimiliano Allegri memutuskan untuk tidak menurunkan dirinya sebagai starter.


Morata Kembali Tak Bertaji di Laga Krusial

Leonardo Bonucci,Alvaro Morata

Mencetak tiga gol dan satu assist di tiga laga terakhirnya bersama Atletico, jelas membuat Morata menjadi sosok yang paling masuk akal untuk mengisi posisi Diego Costa yang cedera. Sayangnya, mantan striker Chelsea ini justru tidak bertaji di laga krusial. 


Selain tidak banyak mengancam gawang Juventus, dirinya tidak memiliki karakter bermain seperti Diego Costa di leg pertama, menjadi penghubung permainan, membuka ruang, dan terutama, agresif meskipun itu berarti harus melakukan pelanggaran. Namun, aksi Cotsa tersebut mampu setidaknya membuat lawan mereka frustrasi, seperti yang nampak pada Juventus di leg pertama. Hilangnya faktor-faktor itu pula yang membuat Atletico harus rela ditenggelamkan tadi malam.


Paulo Dybala Harus Mempertimbangkan Hengkang

FBL-EUR-C1-JUVENTUS-ATLETICO

Sang bintang asal Argentina, kembali menjadi penghangat bangku cadangan pada laga tadi malam. Itu artinya, Dybala sudah tidak menjadi starter di empat laga terakhir Juventus, dengan hanya mengumpulkan 77 menit bermain di empat laga tersebut. Massimiliano Allegri sendiri lebih memilih memainkan Federico Bernadeschi sebagai playmaker, padahal Bernadeschi adalah seorang winger.


Ironisnya, pemain 24 tahun itu justru tampil baik di posisi Dybala tadi malam, dan nampaknya, Bernadeschi masih akan terus dimainkan oleh Allegri. Kendati tampil hanya 23 menit, Dybala menunjukkan kualitasnya sebagai seorang pengatur serangan. Serangan Juventus yang berbuah penalti pun, lahir dari inisiatifnya.


Hal ini pun patut menjadi perhatian, dan dengan usianya yang masih 25 tahun, Dybala jelas tidak layak duduk di bangku cadangan. Mungkin, hengkang dari Turin patut dipertimbangkan secara serius.


Cristiano Ronaldo Tunjukkan 'Wajah' Aslinya

FBL-EUR-C1-JUVENTUS-ATLETICO

Satu nama yang pastinya menghiasi laga tadi malam adalah sosok Cristiano Ronaldo. Tiga golnya menjadi kunci dari comeback ​Juventus, dan ini bukan pertama kalinya Ronaldo melakukan hal serupa di Champions League. Dia berkali-kali melakukannya kala masih berseragam Real Madrid. 


Ronaldo memang baru mencetak satu gol di Champions League sebelum laga kontra Atletico, dan menjadi empat gol setelah Atletico tumbang, namun, Juventus membelinya seharga 117 juta euro bukan semata-mata sebagai mesin gol. Mentalitas juara dan kemampuannya untuk mengisnpirasi permainan, menjadi faktor utama yang membuat seorang Ronaldo berharga. Hal itu pula yang dia tunjukkan dengan jelas pada laga kontra Atletico Madrid.