​​Arsenal sukses membukukan kemenangan penting kala menjamu ​Manchester United pada pekan ke-30 ​Premier League 20181/19. Gol dari Granit Xhaka dan penalti Pierre-Emerick Aubameyang, sukses mengantarkan anak asuh Unay Emery mengkudeta Setan Merah dari posisi ke-4 klasemen.


Berikut kami rangkum, beberapa hal penting yang bisa kita pelajari dari laga tadi malam.


Penurunan Performa David De Gea

David De Gea

Kendati merupakan salah satu yang terbaik di dunia, perlu diakui bahwa performa David De Gea musim 2018/19 ini, belum mencapai titik maksimal. Dia bisa dibilang mengalami kesulitan, semenjak penampilan buruknya di Piala Dunia 2018 bersama Timnas Spanyol.


Hal itu nampak jelas pada laga tadi malam, gol pertama Arsenal yang dicetak Granit Xhaka, bisa dibilang murni kesalahan dari kiper 29 tahun ini. Hal itu mengingat Xhaka hanya melepaskan sepakan spekulatif yang harus mengoyak gawang De Gea dikarenakan dirinya tidak cukup sigap mengantisipasi bola.


Bernd Leno, Pahlawan Lini Pertahanan Arsenal

FBL-ENG-PR-HUDDERSFIELD-ARSENAL

Berbanding terbalik dengan De Gea, Bernd Leno justru tampil sangat meyakinkan tadi malam, dan juga di beberapa laga terakhir. Di laga kontra Tottenham pekan lalu, Leno juga tampil prima kala melakukan penyelamatan gemilang dari Harry Kane. Sedangkan tadi malam, aksinya kala menggagalkan upaya Lukaku dan Rashford, menjadi faktor krusial dari tiga poin yang diraih Arsenal.


Tidak hanya memiliki refleks yang baik, Leno juga tidak segan keluar dari kotaknya untuk mengoper bola, kualitas yang mengingatkan publik kepada sosok Manuel Neuer atau Ederson Moraes. Tidak berlebihan jika menyatakan bahwa Arsenal mungkin tidak akan kalah 1-3 dari Rennes di leg pertama Europa League jika Leno, bukan Petr Cech, yang menjadi penjaga gawang mereka.


Lukaku Kembali Tumpul Di Hadapan Tim Papan Atas Premier League

Bernd Leno,Romelu Lukaku

Sukses mencetak enam gol dari tiga laga terakhir di semua kompetisi, jelas merupakan sebuah modal yang optimal bagi seorang Romelu Lukaku untuk menghadapi Arsenal. Namun, yang terjadi justru sang striker Belgia gagal mengoyak gawang Bernd Leno, kendati memiliki beberapa kesempatan emas.


Hal ini makin memperpanjang catatan buruk Lukaku kala menghadapi tim penghuni enam besar klasemen. Sepanjang kariernya bersama Manchester United, Lukaku hanya berhasil mencetak satu gol dari 18 laga menghadapi enam tim teratas Premier League. Catatan yang jelas mengganggu untuk pemain yang ingin menjaga tempatnya di tim utama Setan Merah.


Emirates Stadium, Benteng Tangguh Arsenal

Anthony Martial

The Gunners memang tampil inkonsisten sepanjang musim 2018/19, terutama di laga tandang, salah satu hal yang membuat mereka tidak mampu bersaing untuk memperebutkan gelar juara Premier League musim ini. Namun, tren itu berbanding terbalik dengan performa mereka kala bermain di hadapan pendukung sendiri di Emirates Stadium.


Sejauh ini, The Gunners baru satu kali kalah di kandang, dua kali imbang, dan sukses meraih 13 kemenangan kala bermain di Emirates. Kemenangan atas Man United sendiri memperpanjang rekor kemenangan mereka menjadi sembilan laga beruntun di kandang, yang dimulai sejak mereka mengalahkan Tottenham 4-2 pada Desember 2018 silam.


Menipisnya Harapan Man United Menembus Empat Besar

Ole Gunnar Solskjaer,Chris Smalling

Jarak poin antara Arsenal dan Man United memang hanya terpaut dua poin saja, namun, kekalahan tadi malam bisa memberikan implikasi yang cukup besar bagi harapan anak asuh Ole Gunnar Solksjaer untuk menembus empat besar. Hal ini tidak lepas dari sisa laga yang masih harus dihadapi oleh Marcus Rashford dkk di sisa musim.


Menyisakan delapan laga, Setan Merah masih memiliki dua lawan berat yang harus dihadapi, yakni Manchester City dan Chelsea. Kendati kedua laga akan dimainkan di Old Trafford, mengingat kedua tim tersebut memiliki ambisi mereka masing-masing, Man City untuk mempertahankan posisi teratas, dan Chelsea untuk menembus empat besar, terdapat potensi bahwa Man United akan kehilangan poin di dua laga tersebut.


Sebaliknya, Arsenal memiliki perjalanan yang lebih mudah, setidaknya di atas kertas. Sisa laga mereka musim ini tidak lagi akan mempertemukan mereka dengan tim-tim papas atas, dengan hanya Wolverhampton (peringkat ke-7) yang menjadi tim teratas di jadwal mereka.