​Ekspektasi tinggi nampaknya selalu disematkan pada salah satu klub raksasa ​La Liga, Real Madrid, tak terkecuali di musim 2018/19 saat mereka tak lagi dilatih Zinedine Zidane sekaligus tak lagi diperkuat ​Cristiano Ronaldo.


Sayang, klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu gagal menampilkan performa optimal, dimulai dari inkonsistensi yang kemudian membuat Julen Lopetegui dipecat, sampai kini performa tim yang tengah menurun meski sudah dilatih Santiago Solari. Terakhir, mereka juga tersingkir dari Copa del Rey sekaligus gagal mempertahankan trofi Champions League setelah kalah dari Ajax Amsterdam.


Tak berhenti sampai di sana, Sergio Ramos  dan kawan-kawan juga kian sulit mewujudkan target untuk memnangkan​ La Liga, pasalnya kini mereka masih berada di peringkat tiga klasemen sementara dan terpaut jauh 12 poin dari sang rival abadi, ​Barcelona.

Krisis yang dialami ​Los Blancos pun menyita perhatian dari berbagai pihak, termasuk di antaranya manajer ​Blaugarana, Ernesto Valverde.


"Situasi yang tengah terjadi di ​Real Madrid? Ya, kami mengikutinya dari jauh, namun ​Barcelona juga tetap menaruh hormat. Hal seperti itu memang biasa terjadi di dunia sepakbola, tetapi tidak ada hal yang perlu kami sampaikan terkait hal ini," ujar Valverde seperti dilansir ​Marca.


"Saat Anda melihat sebuah tim seperti ​Real Madrid atau Paris Saint-Germain tersingkir dari ​Champions League-- setelah mereka bermain bagus dan unggul agregat di leg pertama, hal tersebut menunjukkan bahwa sepakbola adalah hal yang sulit. Kemenangan memang sukar diraih dan setiap tim harus berhati-hati. Tidak ada satu pun tim yang aman," tambahnya.

Meski sudah unggul 12 angka dan semakin diunggulkan untuk mempertahankan gelar, Valverde juga belum mencoret ​El Real dari persaingan juara.


"Secara matematis, masih ada 36 poin yang bisa diperebutkan, tentu saja saya belum mencoret ​Real Madrid dari persaingan juara. Saya juga tidak peduli dengan pendapat yang disampaikan publik, ​Madrid masih punya peluang," tutupnya.