​​Arsenal secara tak terduga harus menelan kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri saat menjamu tim asal Prancis, Stade Rennais dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Europa League, Jumat (8/3) dini hari WIB.


​Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 3-1 tersebut​The Gunners memang sempat membuka keunggulan terlebih dulu melalui gol Alex Iwobi di menit keempat, namun kemudian mereka harus bermain dengan 10 orang setelah Sokratis mendapat dua kartu kuning di menit ke-34 dan 41.


Unggul jumlah pemain membuat Rennes lebih menguasai jalannya pertandingan dan menyamakan kedudukan satu menit berselang melalui Benjamin Bourigeaud. Keberuntungan benar-benar memihak tim tamu, mereka mencetak dua gol tambahan melalui Ismaila Sarr dan gol bunuh diri Nacho Monreal.

Menanggapi kekalahan timnya, Unai Emery selaku manajer akhirnya buka suara. Manajer asal Spanyol itu pun mengakui jika​ The Gunners kesulitan mengontrol permainan pasca bermain dengan 10 orang.


"​Arsenal berhasil mengontrol permainan selama 40 menit, namun situasinya berbeda setelah kartu merah yang didapat Sokratis. Saat skor 2-1, saya pun berpikir jika tim akan sulit untuk meraih hasil yang ditargetkan," ujar Emery seperti dilansir ​Goal.


"Kami ingin tetap mempertahankan keunggulan dengan cara menguasai bola dan mencari peluang untuk melakukan transisi, ​Arsenal kemudian memiliki peluang melalui Mesut Ozil, tetapi itu tidak cukup," tambahnya.


Kegagalan klub yang bermarkas di Emirates Stadium itu memenangkan pertandingan membuat mereka dihadapkan dengan situasi sulit di leg kedua, pasalnya Pierre-Emerick Aubameyang dan kawan-kawan harus mencetak minimal tiga gol jika masih ingin lolos ke babak perempat final.


Setelah pertandingan ini, ujian berat nampaknya masih belum ingin meninggalkan ​The Gunners, mereka akan menjamu salah satu rival abadinya, ​Manchester United dalam lanjutan pertandingan pekan ke-30 ​Premier League, Minggu (10/3).