Enam gol dari empat pertandingan, dengan jumlah penampilan 310 menit dan 18 percobaan, itulah statistik singkat mengenai penyerang berusia 23 tahun ​AC Milan, Krzysztof Piatek. Kegemilangannya itu langsung dibandingkan dengan legenda klub, Andriy Shevchenko.


FBL-ITA-SERIE A-ATALANTA-AC MILAN


Kala dahulu masih aktif bermain pada medio 1999-2006, Sheva terkenal sebagai striker ganas kala mengonversi peluang menjadi gol. Dalam kurun waktu itu, lelaki asal Ukraina meraih satu titel Serie A, Coppa Italia, Supercoppa Italiana, UEFA Super Cup, dan ​Champions League.


Piatek, yang baru ini membantu ​Milan menang 3-1 atas Atalanta melalui dua golnya, langsung dibandingkan dengan Shevchenko dari segi naluri tajamnya sebagai pencetak gol. Paolo Maldini, legenda Milan lainnya yang kini jadi direktur di klub, turut membicarakan perbandingan itu.


Andriy Shevchenko


"Piatek sebagai Shevchenko? Mari diperjelas: Sheva akan selalu unik, tapi Piatek telah memperlihatkan hal-hal fantastis dan sepenuhnya fokus kepada pekerjaannya," tutur Maldini, diberitakan ​Calciomercato.


"Dia lapar, ingin mencetak gol dan sering menyerang ruang (di antara bek lawan), tapi Shevchenko akan selalu dikenang dengan beberapa hal lainnya," lanjut mantan bek tangguh yang sepanjang kariernya bermain untuk ​Milan pada periode 1985-2009 itu.



Selain membicarakan Piatek, Maldini juga membahas rekrutan anyar ​Milan lainnya dari bursa transfer musim dingin, Lucas Paqueta. Sama seperti Piatek, Paqueta juga beradaptasi cepat pasca datang dari Flamengo.



"Paqueta jelas memberikan kualitas tambahan saat melakukan transisi dari bertahan ke penyerangan. Itu bukan kekuatan kami dan dia sangat membantu kami. Piatek memberikan kedalaman dan kekuatan di area (depan)," urai Maldini.