​​Chelsea memang menampilkan peningkatan performa di bawah arahan Maurizio Sarri, bahkan mereka juga sempat menorehkan rekor tak terkalahkan dalam 18 pertandingan sebelum akhirnya rekor tersebut harus terhenti pasca takluk 1-3 dari ​Tottenham Hotspur, November 2018 silam.


Kekalahan tersebut juga membuat performa ​The Blues tak sesolid biasanya, mereka beberapa kali kehilangan angka dari sejumlah tim yang di atas kertas bisa mereka kalahkan, sebut saja ​Everton, Southampton, Wolves, dan Leicester City. Amarah dan kekecawaan Sarri kemudian memuncak saat​ David Luiz dkk kalah 0-2 dari rival sekotanya, Arsenal di pekan ke-23 Premier League, Minggu (20/1) dini hari WIB.


Eks manajer Napoli tersebut bahkan enggan memberikan komentar seusai pertandingan dengan menggunakan bahasa Inggris dan lebih memilih menggunakan bahasa Italia. Sarri juga menyebut jika para pemainnya adalah sekumpulan orang yang sulit untuk diberikan motivasi. ​Tak berhenti sampai di sana, pria berusia 60 tahun itu juga mempertanyakan mentalitas anak asuhnya.

Hal ini kemudian membuat beberapa pihak menilai jika Sarri berpotensi kehilangan dukungan dari para pemain. Jika tidak segera diselesaikan, bukan tak mungkin dia akan mengikuti jejak manajer-manajer terdahulu, seperti Jose Mourinho atau Antonio Conte yang akhirnya meninggalkan Stamford Bridge.


Berbeda dengan para pendahulunya, Sarri menegaskan bahwa dirinya merupakan tipe orang yang selalu berbicara tegas pada para pemainnya. Pria asal Italia itu juga menyatakan bahwa dia sama sekali tidak merasa takut dengan kekuatan para pemainnya di ruang ganti.


"Inilah karekter saya. Saya tak berpikir ini (semprotan pada pemain ​Chelsea) membuat pekerjaan saya menjadi berisiko. Para pemain memiliki tanggung jawab yang dipikul di bahu mereka. Saya sama sekali tidak mempertaruhkan apapun," ujar Sarri dilansir​ Goal.

Kekalahan melawan ​Arsenal memang tidak memengaruhi posisi klub milik Roman Abramovich itu di klasemen sementara Premier League, mereka tetap menempati posisi keempat dengan raihan 47 poin, namun jarak poin dengan ​The Gunners hanya tinggal menyisakan tiga angka.


Menutup pembicaraan, pria yang juga sempat berprofesi sebagai bankir itu juga menegaskan bahwa dirinya bukanlah orang yang suka bertele-tele dalam berbicara. Sarri pun yakin jika para pemainnya mengerti hal tersebut.


"Ya, saya memang mengatakan para pemain sangat sulit termotivasi, tetapi di sisi lain, saya juga yakin mereka adalah pribadi yang bertanggung jawab dan mau mendengarkan kritik yang didapat. Mereka takkan menerimanya dengan cara yang salah. Saya selalu berusaha untuk jujur saat berbicara," pungkas eks manajer Empoli tersebut.