Real Madrid's French coach Zinedine Zidane (R) sits beside president Florentino Perez, during a press conference to announce his resignation in Madrid on May 31, 2018. - Real Madrid coach Zinedine Zidane said today he was leaving the Spanish giants, just days after winning the Champions League for the third year in a row. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)        (Photo credit should read PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP/Getty Images)

10 Momen Paling Mengejutkan di Dunia Sepak Bola Sepanjang 2018 (Bagian II)

Artikel ini masih membahas soal momen-momen mengejutkan  yang telah terjadi sepanjang tahun 2018, tahun yang baru saja meninggalkan kita semua. Disebut mengejutkan karena memang tidak diduga sebelumnya. Berikut ke-10 momen tersebut.

10. Merci, Arsene Wenger

22 tahun melatih Arsenal, meraih tiga titel Premier League, tujuh trofi FA Cup, dan tujuh Community Shield. Raihan itu menjadi warisan Arsene Wenger selama melatih The Gunners.


Tidak berhenti sampai di situ, Wenger juga telah mewarisi tradisi dalam pengembangan pemain muda yang diorbitkan ke tim utama. Kepergiannya cukup mengejutkan di akhir musim 2017/18 karena dia masih punya kontrak semusim dengan Arsenal. Ada dugaan dia dipecat karena penurunan performa klub.

9. Timnas Indonesia Juara AFF Cup U16

Di tengah seretnya prestasi Timnas Indonesia  dalam urusan meraih trofi, adik-adik muda di dalam skuat Timnas Indonesia U16 mendapatkan tempat spesial di hati masyarakat Tanah Air ketika merengkuh titel juara AFF Cup U16 Agustus lalu.


Timnas Indonesia menang 4-3 via drama adu penalti kontra Thailand setelah laga berakhir imbang 1-1 di waktu normal, pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Publik mengenang baik prestasi yang ditorehkan anak-anak asuh Fakhri Husaini itu.

8. Kematian Davide Astori

Kematian bisa datang tiba-tiba, tidak diduga datangnya, bahkan di saat suasana santai menjelang laga. Kapten Fiorentina, Davide Astori, meninggal dalam tidurnya di dalam kamar hotel jelang laga Serie A melawan Udinese Maret lalu.


Dua hari berselang hasil autopsi membenarkan bahwa Astori meninggal karena serangan jantung. Kematian pengemas 14 caps dan satu gol dengan Timnas Italia menjadi kabar duka bagi seluruh sepak bola Italia.


Ucapan belasungkawa berdatangan dan Cagliari (mantan klub Astori) serta Fiorentina sepakat mem-pensiunkan nomor punggung 13 Astori. Astori meninggal dalam usia 31 tahun.

7. Kepayahan Timnas Indonesia di AFF Suzuki Cup

Kendati sempat ada polemik antara PSSI dengan Luis Milla, lalu Bima Sakti Tukiman ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia beberapa hari jelang AFF Suzuki Cup 2018, Timnas Indonesia seharusnya tidak bermain buruk di fase grup.


Satu grup dengan Thailand, Filipina, Timor Leste, dan Singapura, Indonesia gagal lolos ke semifinal dan hanya meraih satu kemenangan kontra Timor Leste. Dengan skuat yang tidak jauh berbeda dari Asian Games, Indonesia seharusnya bisa berbicara banyak di turnamen bergengsi se-Asia Tenggara itu.

6. Kepergian Zinedine Zidane

Dua tahun melatih Real Madrid pada tahun 2016-2018, Zinedine Zidane tiba-tiba begitu saja pergi dari klub yang sudah diberikannya tiga titel Champions League beruntun. Sampai saat ini, tidak ada yang tahu persis alasan kepindahannya.


Konon katanya, Zidane sudah tahu Cristiano Ronaldo bakal pindah ke Juventus dan memilih mengundurkan diri, karena dia juga tahu sirkulasi sebuah tim tidak akan terus berada di atas. Tanpa Ronaldo, Madrid kesulitan bermain musim ini.

5. Pemecatan Julen Lopetegui

Satu hari sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung, muncul kabar mengejutkan dari Timnas Spanyol, ketika RFEF (Federasi Sepak Bola Spanyol) tiba-tiba memecat Julen Lopetegui.


RFEF beralasan kontrak yang dijalin Lopetegui dengan Real Madrid  terjadi diam-diam tanpa sepengetahuan mereka. Lopetegui dipecat - dan beberapa bulan setelahnya juga dipecat Madrid. Tahun 2018 benar-benar tidak bagus untuk Lopetegui.

4. Rekor "Unbeaten" Liverpool

Melihat Liverpool sebagai kandidat peraih titel Premier League, setelah belanja jor-joran mereka, bukan hal yang aneh. Tapi, tidak ada yang menyangka mereka bisa kokoh di puncak klasemen Premier League dengan status tak pernah kalah (unbeaten).


Liverpool meraih 54 poin dari 20 laga Premier League yang menutup tahun 2018. Plus hanya kebobolan delapan gol. Musim 2018/19 bisa jadi musim untuk Liverpool mengakhiri penantian titel selama 29 tahun.

3. Roma Singkirkan Barcelona

Kejutan terbesar dari Champions League terjadi musim lalu di fase perempat final. Kalah 1-4 dari leg pertama di Camp Nou, AS Roma mengamuk mengalahkan Barcelona ketika memainkan leg kedua di Stadio Olimpico.


Ruh-ruh para gladiator seolah merasuki pemain-pemain Giallorossi hingga mereka bermain kesetanan mencegah Barca melaju ke semifinal. Barca kalah 0-3 dari gol yang dilesakkan Edin Dzeko, penalti Daniele De Rossi, dan Kostas Manolas.

2. Inovasi (Absurd) Javier Tebas

Dengan maksud menjaga level LaLiga agar bisa bersaing dengan liga-liga top Eropa lainnya, Javier Tebas, Presiden LaLiga, memunculkan gagasan memainkan salah satu laga LaLiga di Amerika Serikat.


Tidak sekedar wacana, Tebas juga sudah teken kontrak dan menjalin kerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat. Idenya itu jelas langsung memicu kontroversi yang ditentang oleh RFEF, FIFA, hingga Asosiasi Pemain La Liga. Sampai saat ini, polemik itu masih berlanjut.

1. Adu Penalti dan Semifinal Timnas Inggris

Piala Dunia 2018 cukup bersejarah bagi Timnas Inggris. Meski tidak mampu menjuarainya, The Three Lions mengakhiri rekor yang bertahan selama bertahun-tahun.


Dua rekor itu adalah berakhirnya kutukan drama adu penalti dan melaju ke semifinal. Rekor penalti berakhir kala Inggris menang drama adu penalti, setelah menanti 30 tahun lamanya, kontra Kolombia di 16 besar.


Sementara semifinal dicapai untuk kali pertama sejak 1966 kala mengalahkan Swedia di perempat final dengan skor 2-0. Dua rekor itu membuktikan Inggris ada di tangan yang tepat bersama Gareth Southgate.

10 Momen Paling Mengejutkan di Dunia Sepak Bola Sepanjang 2018 (Bagian II)