10 Bek Terbaik 2018 Versi 90MiN Indonesia

Peran bek dalam sepak bola sangatlah krusial dalam permainan tim. Tanpa bek-bek yang handal di lini belakang, kiper bakal kerepotan menahan gempuran lawan dan sebanyak apapun tim itu mencetak gol, semuanya akan percuma jika pertahanannya rapuh.


Bek bukanlah sosok yang sering disorot seperti penyerang kala mencetak gol atau kala kiper terbang mengamankan gawangnya. Akan tapi bagi pecinta sejati sepak bola, aksi tekel dan blok bola yang dilakukan bek sama indahnya seperti melihat Cristiano Ronaldo  atau Lionel Messi  mencetak gol.


Guna menutup perjalanan di tahun 2018 yang telah meninggalkan kita semua, kami telah menyiapkan 10 nama bek-bek yang diyakini sebagai yang terbaik tahun lalu. Berikut penjabarannya:

10. Sergio Ramos

Titel Champions League ketiga beruntun dan Piala Dunia Antarklub keempat mewarnai perjalanan karier kapten Real Madrid, Sergio Ramos di tahun 2018. Guna melengkapinya, Ramos juga menjadi UEFA Defender of the Season dan masuk ke dalam tim FIFA FIFPro World XI untuk kesembilan kalinya.


Ramos, 32 tahun, masih jadi salah satu bek tengah terbaik di Eropa dan dunia dengan kombinasi: pengalaman, kualitas, dan jiwa kepemimpinan yang kuat.

9. Virgil van Dijk

Memperlihatkan kelayakan banderol 70 juta poundsterling yang menjadikannya bek termahal dunia. Jika di musim lalu membantu Liverpool ke final Champions League, maka musim ini Van Dijk jadi benteng kokoh di balik rekor tak terkalahkan tim di Premier League.


Sekedar informasi, Liverpool baru kebobolan delapan gol di Premier League dari total 20 laga yang sudah berlangsung. Itu menjadikan mereka sebagai penilik pertahanan terkuat.

8. Giorgio Chiellini

Tipikal bek sepertinya sangat jarang ditemui di sepak bola modern. Giorgio Chiellini bek langka yang mementingkan kedisiplinan dalam bertahan ketimbang berpatipasi dalam proses membangun serangan.


Pada usia 34 tahun, Chiellini masih jadi salah satu bek tertangguh Eropa dan Italia dengan kelugasannya bermain dan tidak kenal kompromi.

7. Lucas Hernandez

Satu hal yang paling menarik ketika melihat Lucas Hernandez adalah permainannya yang sederhana: tahu kapan harus bertahan dan naik membantu serangan.


Performa Hernandez tidak mencolok amat, tapi, karena tingkat kepekaannya yang tinggi dalam memerankan posisi bek kiri, Hernandez jadi yang terbaik di posisinya. Pemain berusia 22 tahun juga menjadi juara dunia 2018 dengan Timnas Prancis.

6. Andrew Robertson

Delapan juta poundsterling jadi harga yang sangat murah jika melihat kontribusi Andrew Robertson dengan Liverpool. Melihat penampilannya seolah membangkitkan nostalgia fans Liverpool pada sosok Steve Finnan.


Robertson dan Finnan punya satu kesamaan: konsisten bermain. Keduanya tak punya kemampuan yang menonjol, tapi dapat diandalkan karena permainan yang konsisten.

5. Marcelo

Bek kiri rasa penyerang sayap kiri. Itulah sosok Marcelo, bek kiri asal Brasil yang sudah memperkuat Real Madrid dari tahun 2007. Marcelo kerapkali jadi solusi bagi timnya untuk mencetak gol ketika naik membantu serangan. Dia masih jadi yang terbaik di posisinya.

4. Kieran Trippier

David Beckham dari Bury. Julukan itu disematkan kepada bek kanan Tottenham Hotspur, Kieran Trippier, karena dia punya kemampuan lain selain menyisir sisi sayap kanan permainan. Trippier juga piawai menjadi eksekusi bola mati, khususnya tendangan bebas. Publik mengenalnya lebih baik kala dia tampil bagus dengan Timnas Inggris di Piala Dunia 2018.

3. Raphael Varane

17 trofi, termasuk Piala Dunia 2018, sudah diraih Raphael Varane pada usianya yang baru berumur 25 tahun. Karier Varane sama sekali belum mendekati akhir. Masih banyak yang bisa dinantikan dari mantan bek Lens tersebut. Kemampuan terbaiknya bisa dilihat kala dia melakoni duel bola udara.

2. Diego Godin

Jika Diego Godin digabung dengan Chiellini di satu tim yang sama, maka sudah dipastikan lawan-lawan akan kesulitan melalui pertahanan tim tersebut. Keduanya punya tipikal bermain yang sama: tidak kenal kompromi dan lugas. Chiellini berkaki kidal dan Godin, yang saat ini membela Atletico Madrid, mengandalkan kaki kanan.

1. John Stones

Bek termahal dunia sebelum Virigil van Dijk ini benar-benar berkembang pesat di bawah asuhan Pep Guardiola. John Stones merepresentasikan bek tengah modern yang dapat bertahan dan juga berandil membangun serangan seperti libero. Masih berusia 24 tahun, karier Stones masih panjang.