3 Alasan Mengapa Aubameyang-Lacazette Duet Striker Terbaik di Premier League Saat Ini

Bagaimana menilai kelas seorang penyerang? Mudah. Lihat saja reaksinya ketika mendapatkan peluang. Biasanya, penyerang kelas top Eropa atau dunia jarang menyia-nyiakan peluang untuk dikonversinya menjadi gol. Seperti yang diperlihatkan Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette baru ini. 


Tottenham Hotspur, rival sekota Arsenal, menjadi korban keganasan kedua penyerang tersebut ketika The Gunners menang 4-2 di Emirates Stadium pekan 14 Premier League, Minggu (2/12). 


Aubameyang mencetak dua gol (satu dari penalti) dan Lacazette satu gol, satu gol lainnya dicetak Lucas Torreira. Cara Aubameyang dan Lacazette mencetak gol pun sungguh hebat. 


Aubameyang melepaskan tendangan berpresisi tinggi dari luar kotak penalti. Begitu juga Lacazette, hanya saja sepakannya lebih ke akurasi ketimbang sepakan keras. Dua pemain warisan Arsene Wenger itu memperlihatkan bagaimana menjadi penyerang andal: dapat peluang, cetak gol. 


Tidak salah rasanya melabeli keduanya sebagai duet striker terbaik di Premier League saat ini. Duet yang tidak dimiliki Chelsea, Manchester United, Manchester City, atau Liverpool


Terdapat tiga faktor utama yang menjadikan Aubameyang-Lacazette sebagai duet penyerang terbaik saat ini di Premier League. Berikut faktor-faktor tersebut.  

3. Permainan Saling Melengkapi

Aubameyang memang pernah mengakui jika ia lebih suka bermain sebagai striker sentral. Tapi, dia juga menerima apabila Unai Emery menempatkannya sebagai penyerang sayap. Toh, Aubameyang punya kecepatan untuk menyisir sisi sayap. 


Kecepatannya jadi momok bagi lawan dan Lacazette menyempurnakannya dengan kemampuan predator di muka gawang lawan. Striker asal Prancis sudah terkenal sejak masih membela Olympique Lyonnais sebagai penyerang yang oportunis. 


Jadi, kombinasi kecepatan-penyelesaian akhir keduanya menjadi kekuatan lini depan Arsenal saat ini. Terlebih, keduanya bukan sekedar menjalani peran karena profesionalisme semata, sebab keduanya juga memiliki ikatan persahabatan yang kuat. 


“Ini bagus, dia (Aubameyang) seperti saudara saya. Kami berbicara setiap harinya dan kami suka bekerja bersama. Hari ini di depan muka gawang, kami sama-sama mencetak gol (kala melawan Fulham beberapa waktu lalu),” ucap Lacazette di Independent

2. Perbandingan Legenda Arsenal dan Melempemnya Duet Lain

Per 5 September 2018, Standard Sport mengeluarkan statistik menarik ketika duet Aubameyang-Lacazette menghasilkan total 11 gol hanya dalam waktu 474 menit mereka bermain bersama. 


Perbandingan dibuat antara mereka dengan duet legendaris Arsenal, Dennis Bergkamp dan Thierry Henry, serta Bergkamp dengan Ian Wright. Bergkamp-Henry hanya mencatatkan tiga gol dalam waktu 494 menit bermain bersama dan Bergkamp-Wright pun demikian dari 450 menit bermain bersama. 


Kala itu, hanya duet Sergio Aguero dan Gabriel Jesus di Manchester City yang menyamai torehan Aubameyang-Lacazette dengan catatan 11 gol dari 495 menit bermain. Tapi, belakangan ini, Pep Guardiola lebih suka memainkan salah satu di antaranya dan jarang menduetkannya bersama. 


Pun demikian Alexis Sanchez dengan Romelu Lukaku. September lalu mereka menorehkan enam gol dari 504 penampilan. Catatan itu jelas menurun drastis sekarang ini, mengingat Sanchez banyak masalah dengan cedera dan Lukaku dengan ... berat badan. 


Jadi, sudah terlihat bukan duet mana yang paling konsisten bermain sampai saat ini. 

1. Statistik Sudah Berbicara

“Sejak Pierre-Emerick Aubameyang gabung Arsenal (Januari 2018): Aubameyang telah mencetak 23 gol dari 32 laga dan Lacazette mencetak 14 gol dari 26 laga. Mereka saling memberi assists satu sama lain di lima kesempatan. Duet yang fantastis,” kicau @bet365


Aubameyang kini unggul dua gol dari Harry Kane, Sergio Aguero, dan Raheem Sterling dengan torehan 10 gol di Premier League dan jadi top skor sementara. Menyusul di bawahnya Lacazette dengan raihan enam gol. 


Statistik keduanya juga tidak jauh berbeda. Aubameyang melepaskan 31 tendangan dan Lacazette 30 tendangan, dengan 13 dan 12 tendangan tepat sasaran. 


Catatan statistik sudah menggambarkan segalanya. Alasan keduanya jadi duet striker terbaik di Premier League. Man United, lawan Arsenal berikutnya, seyogyanya harap-harap cemas melihat penampilan keduanya.  

Dua pemain warisan Arsene Wenger saling bekerja sama jadi duet terbaik di Premier League.