​Alvaro Morata jelas menjadi pemain yang menjadi sorotan di musim 2017/18, merasa tak banyak memiliki kesempatan bermain di ​Real Madrid, dia memutuskan untuk bergabung ke ​Chelsea dan didatangkan dengan nilai transfer yang diperkirakan mencapai 70 juta poundsterling.


Hal tersebut kemudian membuatnya dihadapkan dengan ekspektasi tinggi. Sempat memperlihatkan performa impresif di awal musim, sang pemain kemudian dibekap cedera punggung yang membuatnya kesulitan mencatatkan nama di papan skor. Permasalahan di lini depan membuat pihak klub akhirnya merekrut Olivier Giroud.


Meski sudah pulih dari cedera, pemain berusia 26 tahun itu justru kehilangan tempat di skuat utama. Hal ini kemudian sempat membuatnya dikaitkan dengan pintu keluar klub. 

Setelah sekian lama bungkam soal periode sulitnya di Stamford Bridge, ​Morata akhirnya buka suara. Dia juga mengungkap hal apa yang membuat performanya menurun drastis di musim 2017/18.


"Di dunia sepakbola, kondisi fisik memang menjadi salah satu hal yang penting, tetapi apa yang ada di dalam pikiran juga tak kalah pentingnya. Jika pikiran Anda tak fokus dan terganggu, maka hal tersebut akan memengaruhi mental dan Anda berada dalam masalah besar," ungkap ​Morata seperti dilansir ​Goal.


"Saya memang sempat mengalami periode sulit. Jika turun hujan (dalam pertandingan), saya akan marah. Saya pun akan mengatakan kegagalan dalam mencetak gol disebabkan oleh lapangan yang terlalu basah. Sebenarnya itu hanyalah alasan -- dan hal tersebut tidaklah baik," tambahnya.

Kini di musim 2018/19, ​Morata sepertinya mulai menemukan kembali bentuk performa terbaiknya, meski sempat kesulitan di awal musim, pemain asal Spanyol tersebut sudah mengoleksi total lima gol, terakhir dia juga sukses mencetak dua gol ke gawang Crystal Palace.


"Hal yang terpenting adalah menemukan keseimbangan. Kini saya sudah menemukannya dan merasa telah menjadi pemain yang lebih baik jika dibandingkan bulan lalu atau bahkan musim lalu. Saya pernah berada dalam titik terendah dalam hidup dan tak mau hal itu kembali terjadi. Satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah bangkit," pungkasnya.