Berakhir sudah dedikasi 22 tahun Arsene Wenger untuk Arsenal. Sang profesor berusia 68 tahun telah resmi meninggalkan klub yang sudah dibinanya sejak tahun 1996. The Gunners belum menemukan penggantinya.


Sejauh ini, seluruh kandidat masih berupa rumor seperti Mikel Arteta, Patrick Vieira, Luis Enrique, Leonardo Jardim, dan Carlo Ancelotti. Siapapun penggantinya nanti, Petr Cech tetap khawatir, Arsenal akan berganti "wajah" menjadi klub yang sering berganti manajer - seperti klub-klub lainnya di era sepak bola modern.


Manchester United v Crystal Palace - The Emirates FA Cup Final


Cech, 35 tahun, mencontohkan kasus Manchester United sepeninggal Sir Alex Ferguson di tahun 2013 - Ferguson sudah 26 tahun melatih Man United. Sejak saat itu sampai kini, Man United sudah ditangani tiga manajer berbeda, yaitu David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho.


"Semua bergantung dengan seberapa baik hubungan klub dan manajer. Jika Anda berada di klub yang memiliki kontinuitas, lalu semuanya terbiasa dengannya, maka tanpanya akan benar-benar langka," ucap Cech, dilansir dari ​Goal, Selasa (16/05).



"Anda bisa lihat contohnya Manchester United - Sir Alex Ferguson berhenti dan kemudian Van Gaal datang, semuanya berpikir dia akan jadi pelatih jangka panjang, dan dia tidak sesukses yang dibayangkan semua orang, lalu mereka kembali melakukan perubahan dalam waktu dua tahun."


"Konsistensi dalam sepak bola adalah salah satu pekerjaan tersulit, terutamanya ketika Anda seorang manajer atau pelatih. Manajer baru akan melihat klub baru dalam posisi yang sangat sehat dan jelas dia juga harus sukses. Kesuksesan menentukan seberapa lama manajer atau pelatih baru bertahan," pungkas Cech.


Situasi yang digambarkan Cech itu memang sulit dihindari di era milenial ini. Tolok ukur utama adalah kesuksesan. Tanpanya, pelatih atau manajer sepak bola bisa berumur jagung di klub barunya, sebelum palu pemecatan datang dari petinggi klub.