Berkah tersendiri dirasakan striker OGC Nice, Mario Balotelli,​ usai FIGC (Federasi Sepakbola Italia) menunjuk pelatih berusia 53 tahun, Roberto Mancini, sebagai pelatih Timnas Italia. Mancini ditunjuk menggantikan Gian Piero Ventura.


Balotelli telah memperlihatkan kebangkitannya bersama Nice dalam dua musim terakhir ini. Namun, ia diabaikan oleh Ventura maupun caretaker Italia, Luigi Di Biagio. Balotelli terakhir bermain untuk Italia pada ​Piala Dunia 2014. Mancini pun ingin memanggilnya kembali.


"Ada banyak pemain di Italia, bahkan meski di masa-masa sulit saat ini, kami dapat menemukan pemain-pemain berkualitas. Kami jelas akan berbicara dengan Mario dan kemungkinan akan memanggilnya," ucap Mancini, disadur dari ​Mirror, Selasa (16/05).


"Saya ingin melihatnya seperti saat Euro 2012 saat dilatih (Cesare) Prandelli. Saya ingin membawa Italia kembali ke puncak dunia dan Eropa," tegasnya.



Mancini memang memiliki hubungan yang spesial dengan Balotelli. Ia sempat melatihnya di Inter Milan dan Manchester City. Mancini juga pelatih yang tepat menangani Gli Azzurri, karena kesuksesannya meraih trofi di level klub.



Mancini telah meraih tiga Scudetto dan dua Coppa Italia dengan Inter, dua Coppa Italia dengan Fiorentina dan Lazio, serta Premier League dengan Man City dan Turkish Cup dengan Galatasaray. Ia akan memainkan laga pertamanya dengan Italia pada laga uji coba melawan Arab Saudi pada 28 Mei mendatang.


FIGC tentunya berharap Italia kembali bangkit, setelah tahun lalu, untuk kali pertama sejak tahun 1958, Italia gagal lolos Piala Dunia. Italia tersungkur dengan agregat gol 0-1 oleh Swedia di Play-off Piala Dunia 2018.

​​