5 Alasan Thomas Tuchel Bukan Pilihan yang Cocok untuk Melatih PSG

Dua tahun masa kepelatihan Unai Emery di Paris Saint-Germain (PSG) telah berakhir. Klub telah memilih pelatih berusia 44 tahun, Thomas Tuchel, sebagai juru taktik baru Thiago Silva cs. Sama seperti Emery, Tuchel juga dikontrak dua tahun. Kontraknya akan berakhir di tahun 2020.


Memilih Tuchel jelas menjadi keputusan yang berani oleh petinggi klub. Banyak yang meragukan kapasitasnya untuk melatih PSG. Terlepas dari filosofi bermain tiap pelatih yang memang berbeda-beda, ada faktor lain yang menjadi alasan, mengapa Tuchel bukanlah pelatih yang tepat untuk PSG.

5. Minim Pengalaman

Sebelum ditunjuk melatih PSG, CV karier kepelatihan Tuchel hanya sebatas melatih FC Augsburg II (tim muda Augsburg pada medio 2007/08), Mainz 05 (2009-2014), dan Borussia Dortmund (2015/2017). Catatan terbaiknya dari segi raihan trofi terjadi pada musim 2016/17 saat meraih DFB-Pokal dengan Dortmund, dengan bermaterikan skuat peninggalan Jurgen Klopp.


Terlebih, Tuchel bukanlah sosok pelatih karismatik dengan pengalaman hebatnya saat bermain di masa lalu seperti Zinedine Zidane. Jadi, faktor pengalaman bisa memengaruhi karier melatihnya di PSG. Meski faktanya, PSG tim yang sangat disegani di Prancis karena kekuatan finansial mereka.

4. Beda Bahasa Ibu

Lahir di Krumbach, Jerman Barat (di masa lalu), 29 Agustus 1973, Tuchel merupakan warga asli Jerman. Sepanjang kariernya dahulu ketika bermain, Tuchel juga tidak pernah keluar dari negerinya saat bermain untuk Stuttgarter Kickers dan SSV Ulm.


Pun demikian ketika melatih. Tuchel menguasai bahasa Jerman dan PSG merupakan klub Prancis, yang dihuni banyak pesepakbola asing juga. Kendati demikian, bahasa ibu PSG tetaplah Prancis. Perbedaan bahasa seringkali tidak banyak berpengaruh dalam dunia sepak bola, tapi, alangkah baiknya jika Tuchel juga bisa berbahasa Prancis, agar tidak menemui kendala menerjemahkan taktik bermain yang diinginkannya kepada skuat tim.

3. Latar Belakang Ribut dengan Petinggi Klub

Tuchel barangkali bisa bertahan lebih dari dua tahun dengan Dortmund, apabila ia tidak berdebat dengan petinggi klub Dortmund. Kedua belah pihak punya pembelaannya masing-masing. Kendati demikian, fakta itu tidak bisa dikesampingkan begitu saja.


Rumornya, Tuchel tidak suka dengan keputusan Dortmund melepas Mats Hummels, Ilkay Gundogan, dan Henrikh Mkhitaryan ke klub lain. Belum lagi ketika ia dikabarkan berseteru dengan trio pemain senior Dortmund, Roman Weidenfeller, Neven Subotic, dan Jakub Blaszczykowski, karena ingin menjual ketiganya. Tidak ada jaminan, hal seperti ini tidak terulang di PSG. Bukannya prestasi yang didapat, tapi justru perpecahan di internal klub.

2. Ambisi Champions League

Champions League itu penuh dengan kejutan dan keajaiban. Tidak sembarang tim yang menjuarainya. Paling tidak, tim itu berpengalaman dan punya tradisi besar di Eropa. Tanpa memedulikan hal tersebut, Nasser Al-Khelaifi, Presiden PSG, tetap ingin trofi Champions League.


Alhasil, hal itu menjadi ambisi yang harus selalu dicapai klub, siapapun pelatihnya. Laurent Blanc, Carlo Ancelotti, Unai Emery, gagal memberikannya. Kini, giliran Tuchel yang akan merasakan tanggung jawab berat itu. Dengan minimnya pengalaman Tuchel, trofi Champions League tampak sulit diwujudkan untuk PSG dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

1. Potensi Kesulitan Kontrol Ruang Ganti Pemain

Hal ini masih berkaitan dengan rumor keributannya dengan trio pemain senior Dortmund, serta sosok Tuchel yang bukanlah seperti Zidane saat masih aktif bermain dulu. PSG saat ini bisa dibilang laiknya Real Madrid yang dipenuhi bintang-bintang dengan ego besar.


Dibutuhkan sosok dan karakter pelatih yang kuat untuk mengontrol ruang ganti pemain. Tidak ada jaminan, Tuchel tidak akan ribut dengan "pencari masalah" seperti Dani Alves, pemain yang hidupnya mewah seperti Neymar, atau dengan pemain-pemain senior lainnya. Jika ia tidak bisa mengontrol ruang ganti pemain PSG, maka karier Tuchel terancam di PSG.

Thomas Tuchel bukanlan pelatih yang cocok untuk melatih Paris Saint-Germain (PSG).

TERPOPULER