​Bek tengah Liverpool Dejan Lovren menyindir tim-tim besar ​Premier League seperti ​Manchester City​Chelsea, dan ​Manchester United yang melakukan belanja pemain besar-besaran sepanjang musim 2017/18 untuk meningkatkan performa tim. Menurutnya performa bagus tidak bisa ditentukan dari belanja pemain secara berlebihan


Pernyataan Lovren terdengar ironis mengingat klubnya sendiri bahkan membeli seorang bek dengan harga 70 juta pound pada Januari 2018, yaitu Virgil van Dijk dari Southampton. Sejak kedatangan Van Dijk, lini pertahanan ​Liverpool mulai membaik.


Namun, Lovren menyebut bahwa performa The Reds saat ini tidak dibangun dari uang melainkan kekompakan antara pemain dalam satu tim. 


"Ada tim yang menghabiskan banyak uang dan membeli pemain top dari seluruh dunia tetapi ini bukan tentang uang, ini tentang rekan satu tim Anda. Kami memiliki tim yang sebanding dengan setiap tim-tim top di dunia - kami telah menunjukkan itu di Champions League," kata Lovren seperti dikutip laman ​Goal


"Kami sekarang akan memiliki sedikit waktu istirahat dan kemudian kami pergi ke Spanyol selama beberapa hari guna membangun tim dan kami akan siap untuk final (Champions League menghadapi Real Madrid)." 


"Yang paling penting adalah kami mengalahkan Brighton dan kami berada di Champions League lagi musim depan. Setiap pemain di tim ini berhak mendapatkannya," tutup pemain asal Kroasia tersebut.