Dari juara bertahan Premier League 2016/17, ​Chelsea menjadi tim peringkat enam klasemen musim ini - zona Europa League. The Blues kehilangan titel kepada dominasi yang diperlihatkan Manchester City. Selain itu, mereka juga tersingkir dari League Cup dan Champions League.


Nasib Antonio Conte pun di ujung tanduk. Bisa jadi, nasibnya akan ditentukan usai memainkan final FA Cup melawan Manchester United akhir pekan ini. Begitu banyak faktor yang menyebabkan penurunan Chelsea musim ini, salah satunya adalah kurangnya sosok pemimpin.


Di awal musim ini, Chelsea kehilangan John Terry, Nemanja Matic, dan Diego Costa. Kehilangan Terry nampaknya menjadi yang paling terasa, karena dia sudah bermain untuk Chelsea sejak tahun 1998 - setelah sempat dipinjamkan ke Nottingham Forest pada tahun 2000.


Chelsea v Sunderland - Premier League


"Saya pikir jelas ada masalah kepemimpinan di sana (Chelsea), 100 persen. Saya melihat Chelsea sekarang dan saya tidak melihat banyak pemimpin. Saya pikir ini suatu hal yang harus diselesaikan jika mereka ingin berkompetisi merebutkan titel. Mereka harus menghabiskan lebih banyak uang dan mencari pemain dengan tipe seperti itu," tutur eks pemain Chelsea pada medio 2003-2009, Wayne Bridge, kepada ​Sky Sports, Selasa (15/05).


Chelsea v West Ham United - Premier League


"Tidak hanya pemain bagus berkualitas, tapi juga pemain yang punya karakter, pemain yang dapat memimpin tim melalui momen-momen sulit. Anda tak ingin hanya ada satu pemain yang memimpin tim. Bagian besar untuk menjadi sukses adalah memiliki sekumpulan pemain yang dapat mendukung kepemimpinan."



Pelatih Napoli, Maurizio Sarri, rumornya akan menjadi suksesor kompatriotnya, Conte, di Stamford Bridge musim depan. Sarri membawa Napoli bersaing merebutkan Scudetto musim ini bersama Juventus, meski pada akhirnya kalah pengalaman dari Bianconeri yang meraih tujuh Scudetto beruntun.