8 Pemain Top yang Pernah Bermain di Indonesia

Dalam beberapa waktu terakhir, dunia persepakbolaan Indonesia dihebohkan dengan rencana Persib Bandung yang dikabarkan akan memboyong eks pemain Chelsea dan Real Madrid, Michael Essien.


Sempat dibantah oleh pihak klub, namun akhirnya pemain asal Ghana itu resmi bergabung ke Persib pada Selasa, (14/3). Kedatangan Essien sepertinya juga menjadi kado spesial, pasalnya klub kebanggaan warga Jawa Barat itu tepat berusia 84 tahun di hari yang sama.


Sebenarnya, kehadiran pemain kelas dunia di pentas sepak bola Indonesia bukanlah hal yang baru. Sejak tahun 1990-an, sudah ada beberapa nama terkenal yang mencicipi kompetisi sepak bola tertinggi di tanah air tersebut.


Siapa sajakah pemain top yang pernah merasakan persaingan sengit persepakbolaan tanah air? Berikut informasinya.

8. Nastja Ceh

Pemain asal Slovenia, Nastja Ceh, adalah sosok di balik keberhasilan negaranya mengikuti kompetisi Piala Dunia di tahun 2002.


Ternyata, pemain yang mengawali karier bersama klub asal negaranya sendiri, Drava Ptuj di tahun 1995 itu pernah mencicipi kerasnya kompetisi Liga Indonesia di tahun 2012 hingga 2013 bersama PSMS Medan.


Ia pun menjadi pemain yang sangat diandalkan di lini tengah timnya, Ceh berhasil mencetak enam gol dari 18 pertandingan yang ia jalani.


Meskipun dirinya tampil bagus, namun performa gemilangnya bersama Ayam Kinantan itu gagal mengangkat prestasi tim. PSMS pun harus rela terdegradasi di akhir musim 2012/13.

7. Ivan Bosnjak

Penyerang andalan tim nasional Kroasia, Ivan Bosnjak juga pernah bermain di Indonesia, dirinya memperkuat tim ibukota, Persija Jakarta.


Pemain yang juga menjadi bagian dari tim nasional Kroasia pada gelaran Piala Dunia Jerman 2006 itu bergabung dengan Macan Kemayoran pada tahun 2014, saat itu manajemen klub pun berharap kalau Bosnjak akan menjadi pengganti legenda mereka, Bambang Pamungkas.


Namun sayang, pemain yang juga pernah memperkuat Dinamo Zagreb dan klub asal Belgia, Genk itu sepertinya sangat kesulitan untuk beradaptasi dengan Persija, ia pun hanya mampu mencetak empat gol dalam 14 pertandingan. 

6. Pierre Njanka

Bintang tim nasional Kamerun, Pierre Njanka juga pernah mencicipi berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia. Klub pertama yang dibelanya adalah Persija Jakarta di musim 2008/09.


Pemain yang juga menjadi sosok vital di balik keberhasilan negeranya bermain di Piala Dunia 1998 dan 2002 itu juga pernah membela klub Indonesia lainnya, Arema Malang. 


Bersama Singo Edan, Njanka pun berhasil memperlihatkan permainan terbaiknya, rekan setim Samuel Eto'o ini pun sukses membawa timnya menjadi juara Indonesia Super League di musim 2009/10.


Ia kemudian memutuskan untuk memperkuat Mitra Kukar di musim 2011/12, sebelum akhirnya memilih untuk gantung sepatu di akhir musim 2012/13.

5. Marcus Bent

Nama Marcus Bent sepertinya sudah tak asing lagi. Pemain asal Inggris ini sudah cukup lama berkarier di Premier League.


Tercatat dirinya pun sudah memperkuat beberapa klub, seperti Crytsal Palace, Sheffield United, Wigan Athletic, Leicester City hingga Everton. Namun ternyata, pemain yang kini berusia 38 tahun itu juga pernah memutuskan untuk mencoba peruntungannya di Indonesia. 


Di musim 2011/12, Bent memilih bergabung bersama klub asal Indonesia, Mitra Kukar.


Selama memperkuat Mitra Kukar, pemilik tinggi badan 188 cm itu hanya berhasil mencetak empat gol dari 11 pertandingan yang ia jalani, sebuah raihan yang buruk untuk seorang striker. 


Pihak klub pun akhirnya memecat Bent di putaran kedua kompetisi Indonesia Super League musim 2011/12.

4. Lee Hendrie

Satu lagi pemain asal Inggris yang juga pernah memutuskan untuk berkarier di Indonesia, Lee Hendrie.


Pemain yang juga pernah bermain bersama Stoke City itu memperkuat Aston Villa di tahun 1994 hingga 2007. Bersama The Villans, Hendrie pun sukses bermain di 251 pertandingan dan mencetak 27 gol.


Hendrie pun kemudian memutuskan untuk bergabung bersama klub asal Indonesia, Bandung FC yang saat itu bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) di tahun 2011. Namun kariernya tak berlangsung lama di Indonesia, hanya beberapa bulan setelah bergabung, ia memutuskan untuk pulang ke Inggris.

3. Eric Djemba-Djemba

Nama Eric Djemba Djemba mulai mencuri perhatian publik di tahun 2003 saat dirinya masih bermain bersama Manchester United. Namun ternyata ia gagal memperlihatkan performa terbaik dan hanya mampu bermain di 20 pertandingan tanpa mencetak satu gol pun. Pihak klub kemudian menjualnya ke Aston Villa.


Bersama The Villans, epmain asal Kamerun ini pun kembali gagal menemukan permainan terbaiknya, dirinya menjadi pemain yang kerap dipinjamkan ke klub lain seperti Burnley.


Terus melanglang buana ke beberapa klub, Djemba Djemba akhirnya memutuskan untuk mencoba peruntungannya di Indonesia bersama Persebaya Surabaya di tahun 2015. Namun ketidakjelasan soal bergulirnya kompetisi resmi yang berujung dengan pembekuan PSSI, membuat dirinya batal bergabung.


Kini sejak tahun 2016, pemain yang kini berusia 35 tahun itu pun memilih bermain bersama klub amatir, Persipa Padalarang.

2. Roger Milla

Legenda sepak bola Kamerun, Roger Milla dikenal sebagai salah satu pemain hebat pada masanya. 


Namanya muai dikenal saat mencetak empat gol di gelaran Piala Dunia tahun 1990. Padahal saat itu usianya sudah menginjak 38 tahun - umur yang dapat dikatakan sudah rentan di dunia sepak bola. Tak hanya itu, publik pun semakin kagum dengannya karena berhasil membawa negaranya ke babak perempat final.


Pria yang kini berusia 64 tahun itu ternyata juga pernah merasakan sengitnya persaingan sepak bola tanah air di tahun 1994. Ia memulai kariernya di Indonesia dengan bergabung bersama Pelita Jaya.


Tak puas hanya memperkuat satu klub, di musim 1995/96 ia pun memilih hengkang ke Persisam Putra Samarinda.

1. Mario Kempes

Legenda sepak bola Argentina, Mario Kempes juga dikenal senagai pemain yang sangat berbakat dan sangat diandalkan saat masih berkarier menjadi seorang pemain sepak bola.


Nama Mario Kempes mulai mencuri perhatian publik saat memperkuat klub La Liga Spanyol, Valencia di tahun 1976 hingga 1981, dirinya berhasil bermain di 142 laga dan menciptakan 95 gol.


Ia pun menjadi bintang di gelaran Piala Dunia 1978 dan membawa negaranya menjadi juara di negaranya sendiri. Tak hanya itu, Kempes pun berhasil mencetak dua gol di partai final kontra Belanda yang menjadikannya top skorer dan meraih gelar pemain terbaik.


Di tahun 1993, saat usianya 45 tahun, Kempes pun memutuskan untuk mencoba peruntungannya bersama di Indonesia bersama Pelita Jaya. Meskipun usianya sudah tak muda lagi, dirinya masih bisa mencetak 10 gol dari 15 pertandingan bersama timnya.