WATFORD, ENGLAND - SEPTEMBER 18: Marcus Rashford of Manchester United reacts after the final whistle  during the Premier League match between Watford and Manchester United at Vicarage Road on September 18, 2016 in Watford, England.  (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)

5 Fakta Menarik dari Laga Watford Kontra Man United

​Tren minor tengah melanda Manchester United. The Red Devils tidak mampu keluar dari keterpurukan setelah kalah dua kali beruntun, dari Manchester City (1-2) dan Feyenoord (0-1). United kembali menelan kekalahan di pekan kelima Premier League.


Manchester Merah kalah 1-3 dari Watford di Vicarage Road, dari gol Etienne Capoue, Juan Camilo Zuniga, dan gol penalti Troy Deeney. Sementara satu gol tim tamu hanya mampu dilesakkan Marcus Rashford.


Dari laga tersebut, muncul lima fakta menarik yang dapat dijadikan pelajaran. Apa saja kelima fakta menarik tersebut? Berikut penjabaran Ftb90:

5. Tiga Kekalahan Beruntun

​Kekalahan di Derby Manchester berlanjut hingga ke penyisihan grup Europa League, kala United kalah di Rotterdam oleh gol Tonny Vilhena. Manajer United, Jose Mourinho yakin dapat mengembalikan performa timnya saat melawan Watford.


Namun yang terjadi justru sebaliknya. United tetap tak mampu keluar dari kekalahan dan ini kali pertamanya terjadi kepada The Special One sejak2006.


“Untuk kali pertamanya sebagai manajer, Jose Mourinho kalah tiga laga kompetitif tiga kali beruntun sebagai manajer sejak Agustus 2006 di Chelsea. Remuk,” kicau Twitter @OptaJoe.

4. Ke Mana Pemain Termahal Dunia?

103 juta Euro, harga yang dikeluarkan United untuk mengembalikan Paul Pogba ke Old Trafford dari Juventus. Harga transfer yang memecahkan rekor dunia, sebagai pemain termahal dunia.


Namun sejauh ini penilaian itu bisa dikatakan overrated, karena penampilan Il Polpo belum sesuai dengan uang transfer super besar itu. Bahkan Pogba tengah jadi buah bibir ejekan di media sosial, yang memberikan statistik tanpa gol, assist, namun sudah berganti gaya rambut empat kali.


Saat melawan Watford. Pogba penampil terburuk United, karena kerap kehilangan bola, melakukan kesalahan mendasar dalam mengontrol bola, tidak mengambil keputusan dengan baik, tidak cermat mengoper bola, dan kerap terpancing emosinya.


Bukan hal yang ingin dilihat dari pemain termahal dunia tentunya.

3. Strategi Jitu Mazzarri Mengalahkan Mourinho

​Pelatih Italia dikenal kaya akan variasi taktik dan itu teruji di Vicarage Road. Menggunakan formasi andalan 3-5-2, trio lini belakang Watford sukses membatasi pergerakan Zlatan Ibrahimovic.


Bahkan saat kedudukan 1-1, Walter Mazzarri melakukan pergantian jitu memasukkan Zuniga dan sang pemain langsung mencetak gol hingga Watford kembali unggul 2-1. Eks pemain Napoli juga menjadi pemain yang dilanggar Marouane Fellaini, hingga Michael Oliver memberi hadiah penalti.


“Juan Zuniga mencetak gol dalam kurun waktu 53 detik setelah pergantian pemain. Dampak,” kicau @OptaJoe.


Pergantian jitu Mazzarri itu mengalahkan taktik Mourinho. Pria Portugal berusia 53 tahun gegabah menarik dua bek kanan dan kiri, Luke Shaw dan Antonio Valencia, untuk menambah daya gedor tim.


Namun pergantian itu justru memudahkan serangan Watford dari sisi sayap. Mourinho tak seharusnya mengganti keduanya, apalagi Shaw dan Valencia tidak dibawa saat melawan Feyenoord, agar bisa tampil bugar di laga ini.

2. Rekor The Hornets

​Butuh waktu mundur hampir sekitar 30 tahun yang lalu, untuk melihat Watford memenangi laga melawan United. Apalagi dalam beberapa musim belakangan di pertemuan kedua klub, Watford selalu menelan kekalahan.


Tak pelak kemenangan ini jadi euforia tersendiri bagi Watford. Berbekal pemain berkualitas seperti Roberto Pereyra, Daryl Janmaat, Capoue, Odion Ighalo, Miguel Britos, dan Valon Behrami. Watford bisa jadi tim kejutan musim ini.

1. Dilema Wayne Rooney

​Nama Rooney agaknya harus sedikit dikesampingkan oleh Mourinho di laga berikutnya. Ia kapten tim, namun permainannya kian menurun dan tidak konsisten. Rooney bak penghalang serangan tim karena bermain dengan lambat.


Ia sedianya seorang penyerang, namun posisinya menjadi penyerang kedua dan bahkan gelandang serang. Rooney mungkin bisa memerankannya dengan visi bermain yang dimilikinya, akan tetapi ia tak memiliki kreativitas untuk mencari celah di pertahanan lawan.


Posisinya di belakang penyerang sentral, memiliki banyak pesaing seperti Henrikh Mkhitaryan dan Juan Mata. Potensi keduanya tampil lebih baik di posisi itu sangat besar ketimbang Rooney. Jadi, Mourinho harus bereksperimen mencoba salah satu pemain itu di posisi gelandang serang dan berani mencadangkan Rooney.

​Manchester United menelan kekalahan ketiga beruntun setelah kalah dari Manchester City dan Feyenoord, kini giliran Watford yang melukai Setan Merah. Dari laga itu muncul lima fakta menarik yang dapat dipelajari.