Manchester United's English striker Marcus Rashford (C) celebrates with Manchester United's Swedish striker Zlatan Ibrahimovic (R) and Manchester United's English striker Wayne Rooney (L) after scoring their late winning goal during the English Premier League football match between Hull City and Manchester United at the KCOM Stadium in Kingston upon Hull, north east England on August 27, 2016.
Manchester united won the game 1-0. / AFP / Lindsey PARNABY / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 75 images, no video emulation. No use in betting, games or single club/league/player publications.  /         (Photo credit should read LINDSEY PARNABY/AFP/Getty Images)

5 Hal yang Bisa Dipelajari saat Manchester United Kalahkan Hull

​Manchester United kembali berhasil mencetak tiga angka ketika menjamu Hull City, Sabtu (27/8). Lewat susah payah, skuat besutan Jose Mourinho menang berkat gol yang dilesatkan Marcus Rashford dalam lanjutan Premier League 16/17 pekan ketiga.


Kemenangan ini membuat Wayne Rooney dkk memiliki poin yang sama dengan Chelsea. Hanya saja The Red Devils kalah selisih gol dan tergeser dari puncak klasemen Premier League.


Berikut ini, kami akan jabarkan lima hal yang harus dipelajari saat United mengalahkan Hull.

5. Curtis Davis Tampil Mengesankan

Salah satu pemain Hull City yang tampil sangat mengesankan ketika Hull City menjamu Manchester United adalah Curtis Davis. Betapa tidak, bek berusia 31 tahun tersebut tampil konsisten dalam menghalau serangan bergelombang Wayne Rooney dkk sepanjang laga.


Sayang, performa gemilang Davis ini belum membuatnya mendapatkan kesempatan untuk memperkuat tim nasional Inggris. Jika performanya dipertahankan, bukan tidak mungkin Davis mendapatkan kesempatan bermain untuk The Three Lions dalam waktu dekat.

4. Kompaknya Pertahanan Hull City

Selain penampilan cemerlang Curtis Davis, salah satu faktor United kesulitan untuk menembus pertahanan tim tuan rumah adalah kompaknya pertahanan The Tigers.


Ya, para pemain tim besutan Mike Phelan tersebut terlihat sangat kompak dalam menjaga gawang timnya dari terjangan pemain depan lawan.


Tercatat ada lima sampai enam orang yang berada di kotak terlarang untuk membendung serangan The Red Devils. Taktik itu cukup berhasil sampai pada akhirnya, Rashford menjadi penyelamat timnya.

3. Pogba Kembali Belum Maksimal

Permainan Paul Pogba kembali belum maksimal. Terbukti, beberapa kali gelandang termahal dunia tersebut belum mampu mengatur permainan timnya dengan baik. Dia juga terlihat frustasi dan melepaskan sejumlah tendangan dari jarak jauh.


Praktis, Jose Mourinho harus berpikir ulang untuk menempatkan Pogba di posisi yang pas. Agar bisa menemukan kembali bentuk permainan terbaiknya.

2. Ibrahimovic Terlahir untuk Premier League

Jangan pernah ragukan Zlatan Ibrahimovic. Usianya yang sudah tidak muda membuat banyak orang meragukan, apakah Ibrahimovic mampu bersaing di Premier League.


Nampaknya, pertanyaan itu salah bila ditujukan kepada pemain berusia 34 tahun tersebut. Pasalnya, Ibrahimovic terlihat mampu bersaing dengan bek-bek muda di Inggris.

1. Rashford Perlihatkan Tajinya

Marcus Rashford kembali memperlihatkan tajinya bersama Manchester United. Penyerang muda itu memang baru masuk di babak kedua menggantikan Juan Mata.


Namun, itu sama sekali tidak menghalangi Rashford menjadi pahlawan. Pemain berusia 18 tahun tersebut menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan timnya pada menit akhir.