Akhirnya Persipasi Bandung Raya (PBR) kembali berganti nama. Klub yang dimiliki oleh pengusaha Ari Sutedi itu resmi dijual ke politisi Achsanul Qosasih. PBR kini berganti nama menjadi Madura United FC.


Kabar perubahan nama PBR mencuat ke permukaan dengan munculnya poster yang isinya ajakan ke penggila sepak bola Madura untuk mendukung Madura United.


"Ya kabar soal itu benar, tapi jangan sebut mengambil alih. Prinsipnya saya ingin membantu PBR yang kesulitan pendanaan. Di sisi lain saya orang sepak bola juga gemas ingin kembali terjun ke dunia yang saya cintai setelah setahun absen," ungkap Achsanul yang dikutip dari ​Bola.com.


Pada 2012, Achsanul sempat jadi pembina Persepam Madura United (PMU). Klub tersebut sempat berlaga di kompetisi ISL selama dua musim sebelum degradasi pada 2014 silam dan Achsanul memilih keluar dari klub tersebut.

"Begitu saya mundur, saya melihat sepak bola Madura kembali mati suri. Masyarakat yang tadinya terhibur dengan kehadiran PMU kehilangan hiburan karena klub kurang eksis di bawah manajemen baru. Saya mempunyai niat kembali menghidupkan euforia dan pembelian PBR jadi solusi. Madura kini memiliki lagi klub yang berlaga di kasta utama," lanjutnya.


Meski belum ada kepastian pelaksanaan kompetisi, Achsanul Qoasasih dkk. langsung bergerak cepat membangun tim. Ia menggaet Gomes Oliviera sebagai pelatih kepala.

"Kami akan ikut sejumlah turnamen yang akan diselenggaran dalam waktu dekat," kata Achsanul.


PBR dua musim terakhir terjebak masalah finansial akut. Klub yang merupakan hasil kawin mawin Pelita Jaya-Bandung Raya harus pindah markas dari Bandung ke Bekasi karena kesulitan menggaet massa suporter.