5 Alasan Manchester United Bisa Finis di Empat Besar Musim Ini

lanjut0 / 5
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 22:  Wayne Rooney of Manchester United celebrates scoring his team's second goal with team mates during the Barclays Premier League match between Arsenal and Manchester United at Emirates Stadium on November 22, 2014 in London, England.  (Photo by Michael Regan/Getty Images)

Setelah meraih kemenangan 1-2 di kandang Arsenal, yang bisa dikatakan kemenangan terbaik mereka sejauh ini, bukan dari segi penampilan, banyak yang mulai percaya bahwa armada Louis van Gaal akan mampu mengukuhkan posisi mereka di empat besar akhir musim dan kembali ke panggung Liga Champion musim depan.


Masih banyak masalah yang dialami Manchester United, terutama rapuhnya lini pertahanan mereka dan badai cedera pemain yang tak kunjung berhenti dan malah terus datang, dan terakhir sepertinya terjadi masalah pada kaki Luke Shaw.


Namun, keuletan United mungkin akan mendapatkan bantuan dari performa inkonsisten Liverpool, Spurs, dan Arsenal untuk membawa mereka ke posisi empat besar. Ditambah dengan fakta, hingga laga ke-12 Liga Primer Inggris, bisa dikatakan hanya Chelsea dan Southampton yang tetap dalam trek bagus mereka. Itu artinya, perubahan posisi akan sangat mungkin menjadi sajian yang layak disaksikan hingga akhir musim.


Tapi, ada lima alasan kuat kenapa Manchester United bisa mengembalikan harga diri mereka di akhir musim dan berikut alasannya:

lanjut0 / 5
lanjut1 / 5

5. Kembalinya Kepercayaan Diri di Laga-Laga Besar

​Meskipun Arsenal tak bisa dikatakan dalam kondisi terbaik, tapi tetap saja mereka adalah salah satu tim teratas saat ini dan United bisa mengambil poin di Emirates.


Setelah sukses menahan Chelsea, kalah dengan catatan sedikit tidak beruntung saat melawan Manchester City karena harus bermain 10 orang akibat kebodohan satu orang, Manchester United sejatinya mengirimkan sinyal ke seluruh penikmat sepakbola soal spirit yang selama ini selalu menjadi identitas klub ini. Pantang menyerah. Di tengah tekanan harus kehilangan Daley Blind dan Michael Carrick dalam satu pekan jelang laga di Emirates, United menunjukkan tekad yang kuat untuk keluar dari situasi sulit. Ya sulit, dan itu terlihat dari performa mereka yang susah payah menghadapi Arsenal dan dua gol keberuntungan membayarnya.


Kemenangan kontra Arsenal, di Emirates, bisa menjadi titik balik yang penting karena tentunya bukan kemenangan yang biasa-biasa saja.

lanjut1 / 5
lanjut2 / 5

4. Ada Secercah Harapan Lagi Dari Wayne Rooney

Performa di jeda internasional saat mencetak tiga gol untuk Inggris di dua pertandingan melawan Slovenia dan Skotlandia mungkin menular ke kancah liga domestik bagi Wayne Rooney. Rooney pun tampil menjadi ancaman nyata untuk pertahanan Arsenal yang compang-camping.


Rooney memang terus dikritik, dan kritik itu kian tajam karena jabatan kapten di lengannya untuk Inggris dan Manchester United. Sosok dengan nama besar selalu seperti itu, rentan pujian dan juga kritik dan Rooney mungkin agak limbung dengan semua itu.


Tapi, gol penentunya dalam laga di Emirates, adalah sebuah pertanda eksistensi dari antusiasme, bukan hanya untuk United tapi juga sepakbola itu sendiri.

lanjut2 / 5
lanjut3 / 5

3. David De Gea, Malaikat Dalam Diri Setan Merah

​Selain Daley Blind, sepertinya tak akan ada yang membantah performa David De Gea musim ini layak diberi pujian lebih. Kita seperti melihat Iker Casillas terlahir kembali dalam wujud anak muda yang pernah diduga mencuri donat di sebuah toko tersebut. 


Lupakan insiden itu. Entah apakah benar tangannya pernah panjang terentang untuk mencuri beberapa donat, tapi yang jelas saat ini tangannya merentang indah seperti sayap malaikat yang berhasil melindungi kehormatan klubnya yang sudah dinodai kebodohan para pemain bertahan mereka. David De Gea adalah malaikat yang menjadikan gawang si Setan sebagai taman bermainnya.

lanjut3 / 5
lanjut4 / 5

2. Mustahil Tim Lain Bisa Seperti Manchester United Saat Ini

​Percayakah anda, sebuah tim yang kehilangan 10 pemainnya karena cedera, dan sebagian besar di antara mereka adalah pemain inti, bisa duduk di posisi keempat Liga Primer Inggris? 


Fans Setan Merah memang betul-betul dipaksa untuk berkenalan langsung dengan deretan anak-anak muda seperti James Wilson, Paddy McNair dan entah siapa lagi berikutnya. Karena yang terakhir, Luke Shaw, juga tampak kesakitan di Emirates. Kontribusi mereka belum maksimal seperti seharusnya seorang pemain tim utama dan kesalahan mereka pun masih bisa dimaklumi, tapi yang paling penting kolektivitas permainan United kembali tumbuh. Ini adalah ciri khas permainan Setan Merah di bawah komando Sir Alex Ferguson yang gagal diwarisi oleh David Moyes.

United tengah dilanda krisis pemain dan kepemimpinan ideal di atas lapangan, tapi lihat posisi mereka sekarang dan bayangkan jika Louis van Gaal tak lagi mengeluh bahwa dirinya harus memasang komposisi pemain yang berbeda di setiap pertandingan untuk sebuah alasan yang salah, cedera.

lanjut4 / 5
5 / 5

1. Louis van Gaal Mulai Menuai Hasil Kerja Kerasnya

​Banyak yang berharap begitu tinggi pelatih Belanda ini akan dengan seketika mengembalikan kehormatan United yang terenggut di era David Moyes. Mereka yang berharap seperti itu tentunya sudah merasa salah, tapi Van Gaal secara perlahan bisa membayar kepercayaan dan harapan tersebut.


Sempat diejek karena catatan 10 hasil pertamanya di Liga Primer Inggris tak lebih baik daripada David Moyes, United justru menunjukkan karakter permainan yang lebih bagus ketimbang di era David Moyes. Apalah arti 10 hasil perdana? 10 pertandingan pertama Jose Mourinho musim lalu juga tak lebih baik dari Roberto Di Matteo saat menjadi manajer tetap Chelsea, dan ada alasan besar dan tepat kenapa ia saat itu tetap dipertahankan.

Begitu juga Van Gaal. Dia membangun pijakan baru dalam skuad United dengan sejumlah wajah baru dalam rencananya dan tentu saja itu butuh waktu. Tiga tahun lagi, United belum tentu bisa berharap pada Michael Carrick ataupun Van Persie. Proses regenerasi United baru dimulai sekarang yang seharusnya dimulai musim lalu dan itu artinya Van Gaal menerima kondisi United yang lebih mentah karena tak ada warisan apapun yang ditinggalkan David Moyes.


David Moyes bukannya tidak diberi kesempatan membeli pemain berkualitas, tapi dia tak cukup mempesona untuk membuat pemain seperti Thiago Alcantara atau Cesc Fabregas datang ke Old Trafford. Kita tak tahu kenapa petinggi United bersedia membuang waktu selama semusim untuk menyadari bahwa mereka telah salah langkah sejak awal. Ya, itu salah petinggi United bukan David Moyes.

Jadi, harapan kini perlahan tumbuh di pundak Louis van Gaal. Asalkan dia bersedia timnya meraih kemenangan dengan cara yang tak indah sekalipun, dia seharusnya bisa lebih lama dari manajer sebelumnya.

5 / 5