Saga transfer Philippe Coutinho telah berakhir. Gelandang serang asal Brasil telah ditransfer Liverpool ke Barcelona dengan mahar 142 juta poundsterling di bursa transfer musim dingin ini.


Kepergian Coutinho memang sudah banyak diprediksi publik. Hanya tinggal menunggu waktu baginya meninggalkan Anfield. Tapi, tidak ada yang menyangka Coutinho pergi pada Januari ini, dan tidak menunggu hingga akhir musim 2017/18.



Jurgen Klopp, manajer Liverpool, mencoba memberikan penjelasan kepada publik seraya mengakui bahwa ia memang mengizinkan Coutinho hengkang. Menurutnya, akan percuma bagi Liverpool jika mempertahankan pemain yang setengah hati membela klub, karena pikiran Coutinho sudah ada di Barcelona.


"Itu mungkin saja (Coutinho bermain setengah hati). Jika Phil Coutinho di pikiran Anda akan selalu bermain. Di hari yang biasa, setelah berlatih, kami masih berpikir, 'Ayolah, dia masih bisa melakukan hal yang spesial'. Dia tidak selalu jujur karena dia manusia biasa," tutur Klopp di ​Liverpool Echo, Sabtu (13/01).



"Dia berkembang. Salah satu bagian terbaik dalam kariernya di Liverpool sejak saya datang satu setengah tahun terakhir - konsisten, bermain di level yang sangat tinggi. Tapi saat ini tak memungkinkan melakukannya lagi. Anda merasakannya, mengetahuinya, mendengarnya. Anda bisa membaca reaksinya."


"Anda tak bisa menggunakannya jika ia tidak tampil 100 persen. Philippe Coutinho pemain kelas dunia, tapi jika dia tidak tampil 100 persen, dia bukan pemain internasional, Premier League, Anda kehilangan pegangan," tegas Klopp.



Klopp pun mengakui betapa mudahnya untuk memutuskan melepas Coutinho ke Barcelona, setelah mengetahui komitmennya tak lagi bersama Liverpool.


"Ngomong-ngomong, keputusan akhir, jika saya berkata, 'Tidak (menjual Coutinho)', klub mungkin berkata, 'Baiklah, mari coba (mempertahankan Coutinho). Sudah jelas hal itu tak mungkin terjadi. Ini tidak seperti pernah ada pertanyaan terbuka atau sesuatu, dan pada akhirnya 50 persen pro, 50 persen kontra, dan saya kemudian membuat keputusan. Pada akhirnya, cukup mudah memutuskan," urai Klopp.